Ayu Dewi Menolak saat Diminta Sterilisasi, Ternyata Seperti Ini Risikonya!

admin
Read Time1 Minute, 37 Seconds

Ayu Dewi Menolak saat Diminta Sterilisasi, Ternyata Seperti Ini Risikonya!

 

Ayu Dewi yang baru saja melahirkan anak ketiganya, justru diminta sang suami langsung melakukan sterilisasi untuk mencegah kehamilan berikutnya. Regi Datau, suami Ayu Dewi, meminta istrinya sterilisasi tepat sebelum melakukan operasi caesar.

“Kemarin di ruang tunggu, lagi sama yang nunggu gue, disuruh steril sama laki gue,” kata Ayu di RS Medistra, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Ayu Dewi yang mendengar permintaan suaminya pun langsung menolak untuk sterilisasi karena masih ingin memiliki anak dengan cara alami. Lantas kembali menakut-nakuti suami jika ia tidak akan bisa hamil setelah sterilisasi.

“Jangan dong, kalau steril nggak bisa nakut-nakutin, ‘hamil lho’, kan sudah steril,” ujar Ayu berseloroh.

Sterilisasi pada wanita atau yang disebut tubektomis adalah prosedur pencegahan kehamilan secara permanen. Metode kontrasepsi permanen ini melibatkan prosedur pembedahan di mana saluran tuba dijepit atau ditutup guna mencegah sel telur mencapai rahim.

Secara umum dilansir dari Healthline, metode kontrasepsi permanen dengan tubektomi cukup aman bagi perempuan. Bahkan cara ini 99 persen efektif dalam mencegah kehamilan yang tak direncanakan.

Karena bersifat permanen, sterilisasi wanita bukanlah pilihan yang baik bagi wanita yang mungkin ingin hamil di masa depan. Bahkan, wanita juga masih memiliki sejumlah risiko setelah melakukan sterilisasi.

Tidak seperti metode kontrasepsi lainnya, sterilisasi pada wanita tidak membantu mereka yang ingin mengatasi masalah siklus menstruasi. Sterilisasi wanita juga tidak melindungi Anda terhadap infeksi menular seksual (IMS).

Ada pula faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, wanita yang memiliki risiko tinggi reaksi negatif terhadap anestesi mungkin tidak dapat menjalani prosedur bedah.

Bagi wanita yang ingin menjalani sterilisasi non-bedah, ada batasan lain. Saat ini, sterilisasi non-bedah bukan pilihan bagi mereka yang dalam kondisi tertentu, antara lain:

1. Hanya memiliki satu tuba falopii
2. Telah memiliki satu atau kedua tuba falopi yang terhalang atau tertutup
3. Alergi terhadap pewarna kontras yang digunakan selama sinar-X

Ada pula risiko tertentu yang mungkin terjadi selama prosedur sterilisasi, seperti infeksi dan pendarahan di ligasi tuba. Karena itu, Anda perlu membicarakannya kepada dokter tentang risiko sterilisasi sebelum tindakan.

 

BandarQ | Agen Domino | Domino 99 | Agen BandarQ | Situs Judi Online Terpercaya

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tak Hanya Tubuh, 5 Tips Detoks Pikiran untuk Redakan Stres

  Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Hal tersebut ditimbulkan karena banyak faktor, contohnya kesibukan dan padatnya rutinitas. Rasanya sulit untuk berpikir jernih karena otak kita terasa sangat sesak akan berbagai hal yang terlalu rumit menjadi satu. Jika hal ini terjadi, maka perlu untuk melakukan detoks pikiran. Ternyata tak hanya […]

LINK ALT

www.doktercapsa.com
1
Butuh Bantuan ?
Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by